flowchart

Belajar dasar Algoritma dengan Flowchart

Jika diminta mengajar pemrograman dasar, langkah pertama yang saya ajarkan bukanlah mulai langsung membuat program di depan komputer, melainkan mulai dengan pembiasaan menyusun suatu algoritma. Menurut saya pribadi, pembiasaan menyusun algoritma ini penting untuk mengenalkan proses Computational Thinking ke calon-calon programmer. Dan proses penyusunan algoritma bisa dilakukan menggunakan flowchart tanpa harus mengerti program komputer.

Apa itu Algoritma?

Algoritma itu mirip resep masakan. Apa isi dari resep masakan? isinya menceritakan langkah per langkah suatu proses se-spesifik mungkin sehingga suatu bahan masakan menjadi masakan jadi. Perlu digaris bawahi bagian “se-spesifik mungkin”. Tidak mungkin di resep hanya tertulis “masukkan telur”, karena bisa memunculkan pertanyaan: telur ayam atau bebek? berapa buah? putihnya atau kuningnya?

algoritma nasi goreng

Dalam dunia pemrograman, dari analogi di atas bisa diartikan bahwa algoritma adalah sekumpulan perintah (resep) yang digunakan untuk memproses input (bahan masakan) menjadi output yang sesuai harapan (masakan). BTW, bicara tentang algoritma selalu mengingatkan saya dengan video seru ini 🙂

Sebuah masalah terkadang bisa diselesaikan dengan beberapa cara atau algoritma. Untuk memilih mana algoritma terbaik yang akan kita gunakan, kita juga nantinya perlu memikirkan algoritma mana yang paling efisien dan paling sesuai untuk masalah tersebut.

Sebagai contoh pada kasus nasi goreng di atas, setiap rumah makan pasti punya resep tersendiri dalam membuat nasi goreng. Perbedaan resep tersebut yang menjadikan rasa, banyak, dan kecepatan menyajikan yang berbeda-beda. Dalam dunia komputasi, pemilihan atau pembuatan algoritma yang baik menentukan banyak memori dan waktu komputasi yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu masalah.

Flowchart (Diagram Alir)

Flowchart adalah suatu diagram yang digunakan untuk menjelaskan suatu algoritma. Flowchart terdiri dari simbol-simbol yang dihubungkan dengan sebuah tanda panah (berarah). Tujuannya untuk memudahkan penulisan dan memudahkan pembacaan. Coba saja baca flowchart pembuatan nasi goreng di bawah. Saya yakin, orang yang belum pernah belajar Flowchart saja bisa membaca dan mengikuti alurnya dengan mudah.

flowchart nasigoreng

Pada contoh di atas, tampak beberapa simbol yang saling terhubung dengan tanda panah. Saya pribadi tidak mempermasalahkan bentuk simbol-simbol itu asal digunakan dengan konsisten. Penjelasan beserta simbol-simbol lain yang biasa digunakan adalah sebagai berikut (masih ada banyak simbol lain sebenarnya):

Simbol FlowchartMakna Flowchart
TERMINATOR: Menunjukkan awal atau
akhir proses.
INPUT/OUTPUT: Menampilkan suatu input
(parameter yang dibutuhkan) atau
output (hasil proses keseluruhan).
PROSES: Menunjukkan sebuah aksi atau proses.
DECISION: Sebuah percabangan aliran. Digunakan
untuk menentukan langkah selanjutnya
berdasarkan suatu kondisi.

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat flowchart:

  1. Flowchart selalu mulai dari terminator MULAI dan berakhir di terminator SELESAI. Flowchart tidak boleh berputar-putar di dalam tanpa akhir, atau berakhir di simbol selain terminator
  2. Gunakan tanda panah sehingga jelas ke mana arah langkah selanjutnya, jangan gunakan garis tanpa tanda panah
  3. Semua variabel atau parameter yang dibutuhkan harus terdefinisi di bagian INPUT/OUTPUT
  4. Simbol PROSES dan INPUT/OUTPUT selalu menghasilkan sebuah panah aliran, sehingga jelas langkah selanjutnya ke mana. Sedangkan DECISION akan menghasilkan tepat dua buah panah yang diputuskan berdasarkan suatu kondisi (mewakili YA dan TIDAK)

Di bawah ini akan ditampilkan beberapa contoh penggunana Flowchart untuk menjelaskan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah.

Contoh 1: Flowchart untuk mengecek tahun kabisat

Tahun kabisat didefinisikan seperti yang tertera pada halaman Wikipedia ini (tidak hanya sekadar “jika habis dibagi 4 maka kabisat”). Dengan input adalah sebuah bilangan bulat yang merepresentasikan tahun, bentuk flowchartnya adalah sebagai berikut:

Contoh 2: Flowchart untuk menghitung nilai faktorial

Nilai faktorial dari $N$ adalah $1 \times 2 \times 3 \times \dots \times N$. Dengan input adalah sebuah bilangan bulat N, bentuk flowchart untuk menghitung $N!$ (N faktorial) adalah sebagai berikut:

Draw.io

Jika ada yang bertanya-tanya bagaimana caranya menggambar flowchart dengan praktis dan cepat, maka coba gunakan Draw.io. Draw.io menyediakan layanan untuk membuat diagram secara gratis dan mudah secara online. Kita tidak perlu menginstall apapun, cukup kunjungi websitenya dan mulai menggambar 🙂

About the author

Rian Adam

View all posts

Leave a Reply