Pengalaman Menghadapi IELTS dalam 2-3 Minggu

Kita tahu tes IELTS beda dengan TOEFL ITP, dari sisi harga dan juga tingkat kesulitannya. Karenanya persiapan yang dilakukan “seharusnya” lebih matang, apalagi jika kita menarget nilai tertentu. Tapi, dalam beberapa kondisi kita bisa jadi terpaksa harus ambil IELTS dalam waktu yang singkat. Contoh yang saya alami, saya sudah 2x kepaksa harus ambil IELTS dengan waktu persiapan kurang dari 3 minggu, di awal tahun 2019 dan satu lagi di awal Juni lalu. Artikel ini akan sedikit cerita apa-apa yang saya siapkan dalam waktu sesingkat itu.

IELTS Simulation

Langkah pertama: daftar IELTS Simulation Test. Ini memang akan menambah biaya persiapan, sekitar 150-250rb, tetapi ini penting untuk memetakan sejauh apa kemampuan kita. Ingat, dua dari empat yang diujikan tidak bisa dinilai mandiri (Writing dan Speaking), jadi sangat penting untuk simulasi. Ada banyak lembaga penyedia IELTS simulation test, di Jogja ada Elti dan IONs, kalau di Klaten saya sempat ambil simulation test di Real English Klaten. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum simulation test:

  1. Pastikan ambil simulation di minggu awal persiapan. Sehingga ada cukup waktu untuk memetakan dan mengimprove kemampuan kita.
  2. Lakukan persiapan menghadapi simulation, pahami bentuk soalnya sehingga kita punya bekal.
  3. Perhatikan detail-detail yang dirasakan selama simulatin sebagai catatan untuk persiapan di hari H. Misalnya, ingat pada soal jenis apa kita lemah, apa strategi pengerjaan yang paling nyaman/baik bagi kita, bahkan sampai perlukah kita pakai Jaket untuk menghindari kedinginan, dan sebagainya.

Sebagai contoh, setelah simulation terakhir saya, saya mencatat beberapa poin:

  • Saya lemah di writing, khususnya untuk membuat paragraf pembuka/pertama
  • Saya lemah di writing dalam memanajemen waktu dan tulisan saya akan memburuk ketika semakin panik
  • Saya tidak bisa tenang di awal speaking yang bikin tidak terkontrol ucapannya (bisa out of topic)
  • Saya bisa kehabisan vocab untuk topik yang sulit
  • Saya sering ngantuk dan tidak fokus di tengah tes reading
  • Saya beberapa kali gagal mengeja kata di tes listening

Setelah bisa memetakan apa kekurangan dan kelebihan kita, kita bisa mulai memanfaatkan waktu belajar kita lebih efisien.

Persiapan Writing

Di IELTS ada dua tugas writing, yang pertama adalah menceritakan sebuah diagram dalam 150 kata, dan yang kedua adalah membuat essay dengan topik tertentu dalam 250 kata. Tugas kedua proporsi nilainya 70%, jadi walaupun lebih sulit harus dimaksimalkan.

Yang saya lakukan dalam 2-3 minggu:

Continue reading