Membuat Long Table menggunakan Tabularx

Bagi yang pernah menggunakan Latex, pasti kebanyakan akan setuju bahwa bermain tabel di Latex adalah hal yang lumayan menantang. Karenanya saya sendiri ketika membuat tabel di Latex saya paling sering menggunakan package Tabularx. Kenapa? karena menurut saya Tabularx itu punya kelebihan dalam mudahnya mengontrol ukuran kolom dibanding Tabular biasa (fitur yang paling sering saya gunakan). Sayangnya, di balik kelebihan selalu ada kekurangan. Salah satunya adalah belum support untuk membuat long table.

Apa itu Long Table?

Long table adalah istilah untuk membuat tabel yang panjangnya lebih dari satu halaman. Beberapa karakteristik dari long table adalah:

  1. panjangnya lebih dari satu halaman,
  2. nomor tabelnya masih sama,
  3. kontennya masih berlanjut,
  4. bisa punya caption sendiri (biasanya berupa “lanjutan”),
  5. tidak terindeks di daftar isi.

Sebenarnya Long Table sendiri ada Package tersendiri, tapi karena saya tidak mau rumit-rumit mempelajari package baru, saya coba untuk meng-“hack” Tabularx sehingga bisa menjadi long table. Saya sebut ini “hack” karena kita akan tetap menggunakan Tabularx hanya saja kita akan buat agar hasilnya seakan-akan menggunakan long table. Idenya sederhana, kita buat dua tabel dengan bentuk yang mirip, lalu kita atur agar memenuhi kriteria long tabel.

Langkah-langkahnya:

  • Buat terlebih dahulu dua tabel dengan bentuk yang sama. Pastikan tabel kedua pada halaman selanjutnya. Hal ini bisa dengan menggunakan perintah \newpage.
  • Selanjutnya, atur penomoran tabel kedua agar memiliki nomor yang sama dengan tabel pertama. Caranya dengan menambahkan \addtocounter  sebelum mendefinsikan tabel kedua, dan beri nilai -1 sehingga penomoran seharusnya dikurang satu.
  • Terakhir, pastikan tabel kedua tidak muncul di daftar isi dengan cara memberi kurung siku pada bagian \caption

Dan selesai… Jika dicompile maka akan tampak tabel akan tampil lebih dari satu halaman dengan kriteria long table yang telah disebutkan sebelumnya.

Tentu saja ini tidak sempurna, salah satu kekurangannya adalah kita masih belum bisa memenuhi poin ketiga dari kriteria Long Table, yakni konten tidak dapat berlanjut secara otomatis. Kita harus secara manual memisahkan mana bagian yang masuk tabel pertama, mana yang masuk tabel kedua. Ya setidaknya hasilnya sudah lumayan mirip dengan Long Table kan? 😉

image from: https://www.potterybarn.com/

About the author

Rian Adam

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *