Tutorial Struktur Data Map Pada C++

Artikel ini adalah rangkaian tutorial struktur data pada C++ untuk persiapan Kompetisi Sains Nasional bidang Komputer 2020. Pada artikel ini kita akan bahas Struktur Data Map. Cek juga artikel sebelumnya tentang struktur data Vector.

TL;DR; Bagi yang agak pingin cepat, bisa baca tutorial di codingannya langsung di link berikut ini https://ideone.com/1Y7b2b

Apa itu struktur data map?

Di C++ ada 2 jenis struktur data map, yakni `std::map` dan `std::unordered_map`. Kedua struktur data tersebut memiliki fungsi yang bisa dibilang hampir sama, bedanya adalah `std::map`merupakan implementasi dari Self-Balancing Tree khususnya Red-Black Tree, sedangkan `std::unordered_map` menggunakan hash table.

Yang membedakan juga, sesuai dengan namanya, pada map data akan otomatis disimpan secara terurut menaik berdasar key nya, sedangkan unordered map tidak. Detailnya bisa dicek di bagian “Iterasi” di bawah.

Jika dilihat dari luar, kedua struktur data tersebut akan terasa mirip dengan array namun dengan index yang memungkinkan untuk berupa tipe data selain integer (mirip dengan dictionary di Python). Pada map, indeks tersebut diberi nama “key”.

Continue reading
struktur data vector

Tutorial Struktur Data Vector pada C++

Mendekati Kompetisi Sains Nasional (KSN), saya mau coba buat beberapa tutorial singkat tentang C++ yang semoga bisa bermanfaat. InsyaAllah tidak hanya untuk lomba programming, semoga ini bisa juga bermanfaat untuk yang akan menghadapi tes programming masuk kerja. Pada artikel pertama ini saya akan membahas struktur data Vector.

TL;DR; Bagi yang agak pingin cepat, bisa baca tutorial di codingannya langsung di link berikut ini https://ideone.com/vqSzoh

Apa itu struktur data vector?

Vector pada C++ (atau biasa disebut menggunakan std::vector) adalah Array dinamis, yakni array yang proses memungkinkan proses insert dan delete element pada bagian tengah array dan “seakan-akan” mengubah ukuran array tersebut. Berikut kira-kira ilustrasinya:

Pas kuliah algoritma pemrograman dulu mungkin kita pernah diminta dosen kita untuk membuat array dinamis memanfaatkan linked list. Nah, memang dengan linked list kita bisa membuat array dinamis sederhana. Tapi sebenarnya, secara definisi aslinya, linked list yang pernah kita buat bukanlah array dinamis (detail bisa ditanyakan via comment). Nah, std::vector ini lah yang disebut dengan array dinamis yang sebenarnya di C++.

Continue reading

Meng-custom Perintah/Command di Terminal Ubuntu

Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan untuk ikut Grand Final Kode Indonesia di Jakarta. Kode Indonesia adalah sebuah kontes pemrograman yang diadakan oleh Kalibrr.

Berbeda dengan kontes pemrograman pada umumnya, pada kontes ini panitia tidak menyediakan komputer atau laptop untuk para finalis. Jadi para finalis dipersilakan untuk menggunakan komputernya masing-masing di Grand Final. Sebenarnya ini peraturan yang aneh karena ini membuat setiap peserta bisa jadi punya “starting-point” yang berbeda kan? misal kualitas komputer, file-file yang tersedia, dsb.

Tapi ya sudah, karena ini aturan panitia sendiri maka saya juga mencoba menyiapkan laptop saya. Hal sederhana yang saya pikirkan adalah:

Meng-custom perintah atau command di terminal Ubuntu: Coba buat perintah sederhana untuk meng-compile sekaligus menjalankan program C++!

Tujuan command tersebut tentu untuk mempersingkat proses compile. Karena saya sendiri biasa tidak menggunakan IDE yang bisa meng-compile program, maka cara saya biasanya untuk meng-compile file C++ adalah dengan menjalankan perintah (command) berikut:

$ g++ mycppfile.cpp -o outfile

Lalu setelah di-compile, dijalankan dengan perintah:

./outfile

Nah, misi sederhana saya saat itu adalah menyederhanakan kedua perintah di atas menjadi sebuah perintah sederhana. Setelah browsing-browsing, berikut ini rangkuman langkah-langkahnya:

  1. Buat sebuah script file, misalnya kita beri nama `customcpp.sh`
  2. Pada baris pertama, tuliskan `#!/bin/bash` lalu tuliskan perintah yang ingin dijalankan di bawahnya seperti di bawah. Pada perintah di bawah `CPPFILE` adalah variabel yang menyimpan argumen yang akan diinputkan saat pemanggilan. Nantinya akan menerima nama file yang akan di-compile.
    #!/bin/bash
    CPPFILE="$1"
    g++ ${CPPFILE}.cpp -o outfile
    ./outfile
  3. Simpan file tersebut, lalu pindahkan ke `/usr/local/bin`, pemindahannya bisa menggunakan command di bawah. SCRIPTNAME adalah nama perintah yang akan dipanggil ketika script di atas di jalankan.
    sudo mv ~/customcpp.sh /usr/local/bin/SCRIPTNAME
  4. Atur permission agar program bisa diakses
    sudo chown root: /usr/local/bin/SCRIPTNAME
    sudo chmod 755 /usr/local/bin/SCRIPTNAME

Dan… selesai!

Setelah selesai, sekarang untuk mengcompile sekaligus menjalankan program C++, saya cukup mengetikkan di terminal command berikut ini:

SCRIPTNAME mycppfile

ya.. setidaknya sedikit lebih cepat dari sebelumnya kan 😉

Sumber: