GRE General

Pengalaman Tes GRE General Online at Home

Alhamdulillah, tahun ini dapat pengalaman baru untuk ambil GRE General Test at Home (Tes GRE online di rumah). Saya ambil test ini karena suatu keperluan yang mengharuskan menyertakan nilai GRE meskipun tidak ada syarat minimalnya. Karenanya, saya ambil test GRE ini dengan persiapan yang super minimal. Jadi jangan berharap artikel ini akan bercerita tentang tips-trik menghadapi GRE, saya hanya akan berbagi pengalaman mengambil GRE General Test at Home.

Bagi teman-teman yang tertarik untuk ambil kuliah ke luar negeri pasti pernah dengar tes GRE. Di beberapa kampus di luar negeri, selain sertifikat bahasa inggris, biasanya kita juga diwajibkan menyertakan nilai GRE dengan minimal tertentu. Tapi di beberapa kampus lain, GRE tidak wajib. Jadi, sebelum ambil test ini pastikan dengan betul apakah kalian perlu ambil test ini. Di Indonesia sendiri, saya malah belum pernah dengar tes GRE ini bisa digunakan untuk syarat masuk kuliah.

Tes GRE beda dengan tes IELTS atau TOEFL yang ada di mana-mana, tes GRE hanya ada di kota-kota tertentu saja, Yang saya tahu ada di Bandung, Jakarta, dan Surabaya. Tapi baru-baru ini ada opsi At Home Test, di mana kita bisa tes GRE di rumah online.

GRE General Test

Tes ini terdiri 3 bagian: Verbal, Quantitative , & Analytical Writing.

Verbal test, secara umum ada dua jenis soal di sini: memahami bacaan dan memilih kata. Apapun jenisnya, tantangan terbesar di tes ini adalah kosakata bahasa Inggrisnya. Sepanjang test kita akan berjumpa dengan kata-kata (luar biasa) sulit yang hampir tidak pernah saya temui .-. (“enervate”, “prodigal”, “laconic”, “calumny”, …) dan harus paham makna dan penggunaannya.

Quantitative test, (biasa hanya disebut “Quant”) sesuai namanya ini test matematika dasar. Meskipun dasar, test ini bukan sekadar aritmatika dasar kayak di test TPA di sini. Soalnya lebih sulit dan lebih tricky. Kita perlu ingat lagi rumus-rumus dasar geometri, kombinasi, permutasi, dan yang lebih penting hafal rumus saja tidak membantu.

Contoh Soal GRE General yang saya coba Indonesiakan (soal asli berbahasa Inggris)

Analytical Writing test, di test ini kita akan diminta menulis dua essay bahasa inggris yang tidak hanya benar secara grammar tapi juga harus analitis dan logis. Pada essay pertama kita akan diminta untuk menanggapi suatu isu dan pada essay kedua kita akan diminta membuat sanggahan secara logis dari pernyataan orang lain.

Sebelum Hari H

  • Sebelum Pendaftaran. Kita akan diminta cek terlebih dahulu kesiapan perangkat-perangkat tes kita. Kita bisa menggunakan system test di https://go.proctoru.com/testitout. Ada dua software yang perlu di-install, yakni ETS Secure Browser dan add on browser ProctorU (panduan instalasi ada di https://www.ets.org/s/cv/gre/at-home/equipment/). ETS secure browser adalah browser resmi yang akan kita gunakan untuk tes, sedangkan ProctorU adalah software untuk komunikasi antar kita dengan Proctor / Pengawas ujian.
  • Pastikan juga koneksi internet yang akan digunakan cukup lancar. Saya memilih tethering karena wifi di rumah dinyatakan kurang baik speednya oleh system testnya. Kita dilarang menggunakan public wifi di tempat umum, jadi ya pilihannya hanyalah wifi di rumah atau tethering. Berdasarkan pengalaman kemarin, total kuota yang terpakai selama test hanya sekitar 2-3 GB.
  • Pendaftaran. Pendaftaran test GRE dilakukan melalui web resmi ETS (https://www.ets.org/gre). Buat dulu akun di web tersebut lalu ikuti panduan pendaftarannya di web. Pastikan untuk menggunakan Google Chrome setiap mengakses web ETS. Di Firefox saya sering mengalami kendala, salah satunya tidak bisa memilih opsi test at home.
Pilih Test at home
  • Untuk GRE test at home, waktunya sangat fleksibel, saya daftar sekitar H-7 dari test dan pilihan jam yang tersedia sangat beragam. Hampir setiap hari ada. Pastikan zona waktunya sudah benar, karena pemilihan jadwal tes dilakukan secara terpusat di web (internasional) jangan sampai kita salah memilih zona waktu tes. Tidak lucu kalau kita maunya tes jam 10 pagi tapi ternyata malah jam 10 malam.
Setiap 10 menit dan hampir setiap hari ada sesi tes GRE
  • Setelah mendaftar kita akan diinfokan metode pembayarannya. Pembayaran sebesar $205 menggunakan Credit Card. Kalau saya kemarin menggunakan virtual credit cardnya Bank Jago untuk pembayaran.
  • Belajar. Seperti yang saya bilang di awal, saya tidak melakukan banyak persiapan 🙁 Saya sempat beberapa kali latihan soal dari Magoosh, menghafal beberapa vocab dengan bantuan Magoosh Flash Card, dan juga simulasi dengan official practice test. Official practice test ini bisa diperoleh secara gratis setelah daftar GRE. Kita bisa pakai practice test itu agar familiar dengan tampilan layar dan soal saat test nantinya.

Hari H

  • Di hari H nanti kita log in ke dashboard kita di web ETS (https://www.ets.org/gre).
  • Pada dashboard, akan ada link tes yang ditampilkan beserta timer waktu tesnya. Ketika akan memulai (timernya sudah habis) klik link tersebut dari browser yang sudah terinstall add on ProctorU-nya. Saat kita klik link tersebut secara otomatis add on ProctorU akan aktif, lalu proctor / pengawas akan menghubungi dan memandu menyiapkan komputer kita dari jauh, termasuk me-log-in-kan kita ke ETS secure browser untuk mulai ujian.
  • Saat ujian kita hanya boleh membawa alat tulis yang bisa dihapus, semisal whiteboard kecil atau kertas yang dilapisi plastik dengan spidol yang dapat dihapus.
  • Meja kerja dan semua sudut ruangan akan dicek oleh Proctor dengan meminta kita menggerakkan kamera. Ini termasuk di mana pintu ruangan tersebut, ruangan di luarnya, dan di mana handphone kita diletakkan. Pastikan pintu ruangan hanya satu dan terus terlihat oleh kamera (di belakang kita), kemarin saya perlu menggeser-geser meja sebelum test karena posisi pintu ada di depan meja.
  • Tes akan berlangsung hampir 4 jam, jadi pastikan kursi dan mejanya nyaman. DI tengah-tengah rangkaian tes, kita disediakan break 10 menit yang bisa diambil dan kita bisa meninggalkan ruangan.
  • Proctor / Pengawas akan terus mengawasi via kamera meskipun kita tidak bisa melihatnya, seandainya ada kendala, langsung chat pengawas melalui chat box yang tersedia atau langsung bicara kayaknya juga bisa.
  • Di akhir test kita akan diminta mengisi beberapa data tambahan, seperti dari universitas mana kita berasal dan hasil tes GRE ini mau dikirimkan ke universitas mana. Pastikan pengisian data ini benar karena ini tidak bisa diubah 🙁 saya salah mengira kolom universitas asal adalah universitas yang dituju, dan data itu tertera di score report GRE
  • Di akhir test juga kita akan bisa lihat nilai sementara kita untuk tes verbal dan quant nya.

Setelah Hari H

  • Secara resmi pengumuman hasil GRE sekitar 10-15 hari, tapi kemarin saya dapat lumayan cepat sekitar 8-9 hari.
  • Hasil tesnya akan otomatis langsung dikirimkan ke universitas yang kita tuju yang sudah kita inputkan di akhir tes. Kalau setelah hari H ini kita baru mau mengirimkan, nanti akan ada tambahan biaya.

Jangan tanya hasil tes GRE saya seperti apa .-. dengan persiapan yang super minimal ini, alhamdulilalh saya masih lumayan puas dengan hasilnya. Agak kaget ternyata nilai verbal tidak begitu jeblok dan quantnya sesuai harapan. Tapi malah yang kaget nilai analytical writing yang ternyata jauh kurang dari harapan. Tapi ya sudah, dengan persiapan yang apa adanya, ya hasilnya apa adanya.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Photo by Gigi on Unsplash

About the author

Rian Adam

Lecturer at Universitas Islam Indonesia; Machine Learning Enthusiast

View all posts

6 Comments

Leave a Reply