Template Curriculum Vitae untuk LaTeX

Beberapa waktu lalu saya penasaran dengan tampilan Curriculum Vitae / CV/ Resume yang baik. Di internet ada banyak tampilan dengan beragam format, tapi kali ini saya tertarik untuk membuat CV dengan LaTeX.

Pilihan pertama saya jatuh pada CV buatan Thomas Jansson. Templatenya (file `resume.cls`) bisa didownload langsung di halaman aslinya atau di daftar template Sharelatex.

Tampilan akhir CV dengan template oleh Thomas Jansson

Jika kalian perhatikan, desainnya sudah sangat baik, elegan, dan terkesan profesional. Cocok untuk CV para profesional yang panjang ataupun para freshgraduate yang belum banyak pengalaman. Hanya saja ada yang kurang menurut saya, yakni warna. Template aslinya hanya menghasilkan CV berwarna hitam putih. Artikel ini mendokumentasikan bagaimana saya memberi warna pada template tersebut.

Download Template

Bagian selanjutnya dari artikel ini akan menjelaskan pengalaman saya mengedit warna template LaTeX tersebut. Jika ingin langsung menggunakan template yang telah saya edit sehingga dapat custom warna, silakan download file resume.cls di repository berikut.

Note: Jika ingin mengganti warna template CV, ubah MidnightBlue pada bagian \colorlet menjadi warna lain sesuai selera

Mengedit LaTeX template

Berdasarkan tips-tips di internet dalam mendesain CV yang baik, saya berusaha untuk tidak terlalu banyak mewarnai area CV. Saya hanya akan meng-highlight bagian-bagian yang saya rasa penting untuk diberi warna, yakni teks judul dan teks subjudul pada sisi samping.

1. Kita akan mengedit file resume.cls yang tadi telah kita download di web aslinya.

2. Langkah selanjutnya tambahkan package yang menyediakan pewarnaan teks pada bagian akhir:

\usepackage[dvipsnames]{xcolor}

Saya berikan parameter tambahan dvipsnames sehingga kita memperoleh lebih banyak pilihan warna yang memiliki “nama” (jadi tidak perlu menginputkan kode heksadesimal).

3. Untuk mempermudah penggunaan warna, saya membuat variabel yang menyimpan warna menggunakan perintah \colorlet:

\colorlet{themecolor}{MidnightBlue}

Variabel themecolor adalah variabel yang akan kita gunakan untuk menyimpan warna template yang akan kita gunakan. Sedangkan MidnightBlue adalah warna tema yang saya gunakan untuk CV tersebut.

Note: Jika ingin mengganti warna template CV, ubah MidnightBlue pada bagian \colorlet menjadi warna lain sesuai selera

4. Selanjutnya saya sisipkan variable warna template ke bagian yang ingin kita beri warna, yakni judul dan subjudul di sisi samping. Di template, untuk mengedit kedua bagian tersebut kita dapat mengedit style yang digunakan, yakni mysidestyle dan mytitle.

\newcommand{\mysidestyle}[1]{\small\sc\textcolor{themecolor}{#1}}
\newcommand{\mytitle}[1]{{\sc\Large\textcolor{themecolor}{#1}}}

Jika diperhatikan, di sini untuk mewarnai text saya menggunakan perintah textcolor{}. Sebenarnya ada dua cara yang dapat digunakan yakni dengan color{} atau textcolor{}, tetapi cara pertama akan membuat eror pada template (text tidak lagi teralinea dengan rapi)

Setelah selesai, template resume.cls sudah akan dapat memberikan warna pada bagian-bagian yang kita tentukan. Jika sebelumnya sudah pernah menggunakan template dari Thomas Janssen, perubahan ini seharusnya tidak akan mengubah apapun kecuali pemberian warna.

Hasil template CV dengan warna tema MidnightBlue

featured image credit: https://www.philippewiget.com


simple neural net

Neural Net in 4 lines! using Scikit-Learn MLPClassifier

See the code below:

from sklearn.neural_network import MLPClassifier

mlp = MLPClassifier(hidden_layer_sizes=(10),solver='sgd',
                      learning_rate_init=0.01,max_iter=500)

mlp.fit(X_train, y_train)

print mlp.score(X_test,y_test)

That’s right, those 4 lines code can create a Neural Net with one hidden layer! ๐Ÿ˜

Scikit-learn just released stable version 0.18. One of the new features is `MLPClassifer` and you can see in the code above, it’s powerful enough to create a simple neural net program.

That code just a snippet of my Iris Classifier Program that you can see on Github. Of course, in practice, you still need to create loader, pre-process, pre-training, or other modules. But, if you see other python libraries like Keras, Lasagne, or Theano, I think this is the easiest way to create a simple neural net. I said “simple” because when you need to create more complex model that need more complex algorithm or many addons, I think it’ll become difficult to use `MLPClassifier`. But, for some simple project, I think I’ll choose this scikit tool ๐Ÿ™‚

Program Explanation

Line 1: you need to load `MLPClassifier`

Line 2: we create an object called ‘mlp’ which is a `MLPClassifier`. We set hidden_layer_size to (10) which means we add one hidden layer with 10 neurons. Then we set solver as ‘sgd’ because we will use Stochastic Gradient Descent as optimizer. Then we set learning_rate_init to 0.01, this is a learning rate value (be careful, don’t confuse with alpha parameter in MLPClassifer). Then the last, we set 500 as the maximum number of training iteration.

Line 3: Train the model

Line 4: Test the model

That’s it! and my first run I got more than 90% accuration in Iris Dataset ๐Ÿ™‚ try it!

And actually, you can create “Deeper” neural net with add more layers easily, just change `hidden_layer_sizes`. For example, `hidden_layer_sizes=(10,10,10)` will create 3 hidden layer with 10 neuron each.

source image: Flickr

Meng-custom Perintah/Command di Terminal Ubuntu

Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan untuk ikut Grand Final Kode Indonesia di Jakarta. Kode Indonesia adalah sebuah kontes pemrograman yang diadakan oleh Kalibrr.

Berbeda dengan kontes pemrograman pada umumnya, pada kontes ini panitia tidak menyediakan komputer atau laptop untuk para finalis. Jadi para finalis dipersilakan untuk menggunakan komputernya masing-masing di Grand Final. Sebenarnya ini peraturan yang aneh karena ini membuat setiap peserta bisa jadi punya “starting-point” yang berbeda kan? misal kualitas komputer, file-file yang tersedia, dsb.

Tapi ya sudah, karena ini aturan panitia sendiri maka saya juga mencoba menyiapkan laptop saya. Hal sederhana yang saya pikirkan adalah:

Meng-custom perintah atau command di terminal Ubuntu: Coba buat perintah sederhana untuk meng-compile sekaligus menjalankan program C++!

Tujuan command tersebut tentu untuk mempersingkat proses compile. Karena saya sendiri biasa tidak menggunakan IDE yang bisa meng-compile program, maka cara saya biasanya untuk meng-compile file C++ adalah dengan menjalankan perintah (command) berikut:

$ g++ mycppfile.cpp -o outfile

Lalu setelah di-compile, dijalankan dengan perintah:

./outfile

Nah, misi sederhana saya saat itu adalah menyederhanakan kedua perintah di atas menjadi sebuah perintah sederhana. Setelah browsing-browsing, berikut ini rangkuman langkah-langkahnya:

  1. Buat sebuah script file, misalnya kita beri nama `customcpp.sh`
  2. Pada baris pertama, tuliskan `#!/bin/bash` lalu tuliskan perintah yang ingin dijalankan di bawahnya seperti di bawah. Pada perintah di bawah `CPPFILE` adalah variabel yang menyimpan argumen yang akan diinputkan saat pemanggilan. Nantinya akan menerima nama file yang akan di-compile.
    #!/bin/bash
    CPPFILE="$1"
    g++ ${CPPFILE}.cpp -o outfile
    ./outfile
  3. Simpan file tersebut, lalu pindahkan ke `/usr/local/bin`, pemindahannya bisa menggunakan command di bawah. SCRIPTNAME adalah nama perintah yang akan dipanggil ketika script di atas di jalankan.
    sudo mv ~/customcpp.sh /usr/local/bin/SCRIPTNAME
  4. Atur permission agar program bisa diakses
    sudo chown root: /usr/local/bin/SCRIPTNAME
    sudo chmod 755 /usr/local/bin/SCRIPTNAME

Dan… selesai!

Setelah selesai, sekarang untuk mengcompile sekaligus menjalankan program C++, saya cukup mengetikkan di terminal command berikut ini:

SCRIPTNAME mycppfile

ya.. setidaknya sedikit lebih cepat dari sebelumnya kan ๐Ÿ˜‰

Sumber:

Parser Kalimat Sederhana untuk Bahasa Indonesia

Beberapa waktu lalu saya mendapat tugas kerja untuk membuat sebuah text summarizer (perangkum bacaan) menjadi sebuah kalimat sederhana. Istri saya yang lebih mendalami bidang NLP menyarankan untuk menggunakan teknik yang sederhana:

Temukan kalimat utama, dan jadikan kalimat tersebut sebagai rangkuman.

Saya setuju ide itu, selain tidak serumit jika mengunakan machine learning yang kompleks, rasanya cara itu sudah cukup cocok untuk kasus saya. Istri saya memberi tahu saya beberapa algoritma yang bisa digunakan dan sebuah peringatan bahwa bagian paling sulit adalah nanti bagaimana membuat parser kalimat (program yang dapat mengekstrak kalimat-kalimat yang menyusuk sebuah dokumen teks).

Saya buat parser ini menggunakan bahasa pemrograman Python, dengan bantuan beberapa package (`re` untuk regex, dsb.).

Continue reading

Menuliskan Huruf Arab di Latex

Catatan: Artikel ini khusus untuk pengguna template Latex MIPA UGM SKRIPSI

Jadi ketika saya menulis skripsi dan tesis beberapa waktu lalu saya perlu menuliskan beberapa huruf Arab di laporan saya. Saya menggunakan template Latex dari MIPA UGM (download di sini).

Template tersebut dibuat awalnya oleh Pak Drs. Pekik Nurwantoro, Ph.D. lalu dimodifikasi oleh teman saya, Yusuf Syaifudin. Dan saya modif lagi di repo github saya. Dan karena menggunakan template ini lah menulis huruf Arab jadi sedikit tricky dari biasanya.

Compiler

Problem pertama adalah selama ini saya meng-compile file Latex saya menggunakan perintah pdflatex yang ternyata bisa dibilang tidak support untuk menampilkan tulisan dengan huruf yang aneh-aneh (unicode). Karenanya salah satu opsi yang saya gunakan adalah pindah menggunakan xelatex.

Compiler ini sebenarnya tidak perlu diinstall lagi bagi pengguna texlive Ubuntu. Dan kalau di online editor, biasanya juga disediakan opsi untuk mengatur compiler yang digunakan.

Package

Masalah lain adalah template dari MIPA UGM sudah tertata rapi, ini membuatnya sulit untuk sekadar menambah pengaturan package agar bisa menuliskan huruf Arab tanpa merusak apapun. Saya sudah mencoba menggunakan babel atau polyglossia tetapi selalu berakhir compiler error ๐Ÿ™

Lalu bagaimana solusinya? setelah beberapa kali mencoba solusi, saya temukan solusi yang menurut saya paling pas, berikut langkah-langkahnya:

1. Install XeTeX kalau anda belum memiliki xelatex. Di buntu bisa menggunakan perintah:

sudo apt-get install texlive-xetex

2. Download font yang menyediakan tampilan huruf Arab. Misalnya, yang saya gunakan adalah font Scheherazade.

3. Definisikan font tersebut ke dokumen kalian (di template MIPA UGM perinah ini dituliskan di ADDITIONAL_PACKAGE.tex)

 usepackage{fontspec}
 \newfontfamily\arabicfont[Script=Arabic]{Scheherazade}

4. Selanjutnya untuk setiap akan menuliskan huruf Arab, tinggal gunakan perintah \arabicfont:

This is english document {\arabicfont ูˆูŽู‡ูŽุฐูู‡ู ููู‚ุฑูŽุฉูŒ ุจูุงู„ุนูŽุฑูŽุจููŠูŽุฉ ู…ูŽุนูŽ ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉ
ุงูู†ูƒู„ููŠุฒููŠูŽุฉ } and this is also english text.

5. Lalu untuk meng-compile, kita gunakan Xelatex, dengan perintah

xelatex yourdoc.tex

6. Ketika proses compile selesai, maka akan muncul huruf Arab yang di posisi yang diinginkan. Tapi coba perhatikan, ada yang aneh dengan tulisan tersebut, yakni tulisan tidak dalam format RTL (right to left), atau tertulis dari kanan ke kiri, sehingga tulisannya jadi terbaca aneh. Lalu bagaimana caranya membuatnya format RTL?

7. Download file bidi.tex dari texdoc.net/texmf-dist/tex/xelatex/bidi/bidi.tex, jangan gunakan package bidi menggunakan perintah \usepackage{bidi} Saya tidak tahu pasti kenapa, tapi menggunakan package bidi seperti itu akan merusak template MIPA UGM. Dengan menggunakan bidi.tex langsung dari filenya kita memperoleh versi sederhana dari bidi yang lebih aman.

8. Inputkan file bidi tersebut setelah kita definisikan huruf Arab kita:

\usepackage{fontspec}
\newfontfamily\arabicfont[Script=Arabic]{Scheherazade}
\input{bidi.tex}

9. Untuk mengaktifkan RTL gunakan perintah \RL:

This is english document \RL{\arabicfont ูˆูŽู‡ูŽุฐูู‡ู ููู‚ุฑูŽุฉูŒ ุจูุงู„ุนูŽุฑูŽุจููŠูŽุฉ ู…ูŽุนูŽ ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉ
ุงูู†ูƒู„ููŠุฒููŠูŽุฉ } and this is the other english text.

10. Dan coba compile ulang, maka kali ini akan benar-benar berhasil:

Sekian! Semoga bermanfaat, jika ada yang ditanyakan atau ada usulan solusi lain silakan komentar di kolom yang tersedia! ๐Ÿ™‚

Sumber: