question answer chatbot

Question Answer (QA) Chatbot dengan DistillBERT Transformer

Tutorial kali ini kita akan membuat model Question Answer (QA), dengan menggunakan library transformer untuk NLP yakni Hugging Face. QA yang kita buat dapat menerima pertanyaan dalam format layaknya pertanyaan yang diajukan manusia, dan memberikan jawaban yang sesuai dengan konteks yang kita harapkan. QA adalah task yang menarik dan berbeda dengan retrieval, karena kita bukan searching keyword jawaban di database, meskipun perkembangan search engine bisa dikombinasi dengan task ini (bisa dibaca artikel menarik di sini https://blog.google/search-language-understanding-bert).

Ada 4 tahapan yang akan dieksplor di tutorial ini:

  1. Membuat Question Answer dengan DistillBERT
  2. Pre-trained Model Transformer Khusus
  3. Membuat Chatbot Telegram
  4. Integrasi Model Transformer QA ke Chatbot Telegram

1. Membuat Question Answer dengan DistillBERT

DistillBERT adalah varian BERT dengan kecepatan inferensi yang baik sehingga cocok digunakan untuk Question Answer system. Perbedaan DistillBERT, BERT, dan varian lain bisa juga dibaca di sini: https://towardsdatascience.com/bert-roberta-distilbert

Workflow
  1. Buat file Colab
  2. Install library transformers Hugging Face.
  3. Import class pipeline dari library transformer. Class ini memuat pre-trained model untuk berbagai task NLP dalam bahasa Inggris. Ada beberapa pilihan task NLP yang bisa kita gunakan misalnya sentiment analysis, translation, question-answering dll. Task yang akan kita gunakan adalah question-answering.
  4. Inisiasi pembuatan obect dengan class pipeline, isikan parameter pertama dengan "question-answering". Step ini akan mendownload model untuk task question-answering sehingga hanya perlu di-run sekali. Inisiasi ini akan otomatis menggunakan model transformer DistillBERT, yang kecepatan inferensinya baik.
  5. Object bisa digunakan dengan mengisikan pertanyaan pada parameter question dan konteks pertanyaan pada parameter context.

Sebagai contoh akan diberikan pertanyaan “Where was Pink Floyd established?” dengan konteks “Pink Floyd was an English rock band formed in London in 1965.“. Implementasinya dituliskan pada code di bawah ini.

# Install library transformer dan Import class pipeline
!pip install transformers 
from transformers import pipeline

# Inisiasi object dan Penggunaan pre-trained model QA
qa_model = pipeline('question-answering')
qa_model(question='Where is Pink Floyd established?',
         context='Pink Floyd was an English rock band formed in London in 1965.')
Continue reading

Melanjutkan Training Extend FastText Model

Artikel kali ini membahas bagaimana cara melanjutkan training atau extend Fasttext model yang sudah ada, dengan menambahkan dataset baru. Pada artikel sebelumnya, Word embedding dengan Fasttext bagian 1.5, telah dibahas cara menggunakan model pre-trained Fasttext word embedding dalam Bahasa Indonesia yang disediakan oleh Facebook. Manfaat dari extend model adalah kita bisa menambahkan kosa kata baru ke dalam vocabulary model pre-trained Fasttext, tanpa perlu train ulang dari awal.

Definisi model pre-trained di sini tidak terbatas pada model pre-trained yang disediakan Facebook, tapi bisa juga berupa model word embedding Fasttext yang sudah kita train sendiri sebelumnya. Namun untuk contoh, akan digunakan model pre-trained Fasttext Bahasa Indonesia dari Facebook.

  1. Load Pre-Trained Model FastText dari Facebook
  2. Cek Model Awal
  3. Menyiapkan Dataset
  4. Extend Model
  5. Cek Model Setelah di-Extend
Continue reading
tutorial fasttext bahasa indonesia

Membuat Model Word Embedding Fasttext Bahasa Indonesia

Artikel ini adalah kelanjutan dari dua artikel sebelumnya, word embedding dengan Fasttext bagian 1 dan word embedding dengan Fasttext bagian 1.5. Pada artikel sebelumnya kita berfokus menggunakan pretrained model Fasttext Bahasa Indonesia menggunakan package gensim dan package Fasttext Python. Kali ini kita akan mencoba membuat model word embedding Fasttext Bahasa Indonesia sendiri menggunakan package Fasttext python.

Apa yang dibutuhkan?

Dalam membuat model word embedding Fasttext Bahasa Indonesia, yang kita butuhkan pertama adalah dataset. Untuk menghasilkan model yang baik, diperlukan dataset yang cukup besar. Karena ukuran dataset yang bisa sangat besar, disarankan menggunakan komputer dengan RAM berkapasitas besar, atau kalau saya pribadi menggunakan Google Colab.

Continue reading

Word Embedding Bahasa Indonesia menggunakan Fasttext (tanpa Gensim)

Updated 11 Juli 2019: Fasttext released version 0.9.1

Pada artikel sebelumnya saya sempat menuliskan bagaimana menggunakan Gensim untuk me-load pre-trained model word embedding FastText. Ternyata metode tersebut “kebetulan” mudah digunakan untuk data bahasa Indonesia. Ketika kita memilih bahasa lain yang memiliki ukuran data lebih besar, menggunakan Gensim bisa jadi memunculkan masalah karena untuk me-load pre-trained model FastText, Gensim membutuhkan resource RAM yang cukup tinggi

Sebagai contoh jika kita coba me-load pre-trained model bahasa Inggris di Google Colab yang memiliki kapasitas RAM 12GB, Google Colab akan crash karena notebook kita menggunakan sumberdaya melebihi yang disediakan.

Berikut contoh program untuk me-load model bahasa Inggris menggunakan Gensim (detail sintaks program sebelumnya sudah sempat saya bahas di post sebelumnya)

# Install Gensim
!pip install --upgrade gensim

# Download dan unzip dataset
!wget https://dl.fbaipublicfiles.com/fasttext/vectors-crawl/cc.en.300.bin.gz
!gunzip cc.en.300.bin.gz
# Load model
from gensim.models.fasttext import FastText
model = FastText.load_fasttext_format('cc.en.300.bin')

Dan hasilnya, RAM kita yang 12GB itu secara perlahan akan habis digunakan. Lalu berakhir Google Colab kita akan mengalami crash dengan pesan berikut:

Untuk itu ada cara lain yang ingin saya bahas singkat di post ini bagaimana cara me-load pre-trained model Fasttext jika RAM kita terbatas

Menggunakan Fasttext Python Library

Seperti yang telah saya singgung di artikel sebelumnya, terdapat dua library yang dapat kita gunakan saat ingin menerapkan FastText di Python. Yang pertama adalah menggunakan Gensim, dan yang kedua adalah menggunakan package resmi dari FastText. Dokumentasinya dapat dibaca di halaman github ini.

Continue reading

Word Embedding Bahasa Indonesia menggunakan Fasttext (dengan Gensim)

Mengenal Word Embedding

Word embedding mudahnya adalah istilah yang digunakan untuk teknik mengubah sebuah kata menjadi sebuah vektor atau array yang terdiri dari kumpulan angka.

Ketika kita akan membuat model machine learning yang menerima input sebuah teks, tentu machine learning tidak bisa langsung menerima mentah-mentah teks yang kita miliki. Cara “tradisional” untuk membaca teks tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Buat kamus kata dengan cara mendaftar semua kata yang ada di dataset
  2. Setiap menerima sebuah string kata, string tersebut diubah menjadi sebuah integer dengan memberinya nomor. Penomoran ini bisa ditentukan berdasarkan urutan di kamus kata yang kita miliki. Misalnya pada ilustrasi di bawah, string “Makan” menjadi angka 3, string “Lari” menjadi angka 5, dst.
  3. Angka-angka tersebut kita ubah lagi menjadi sebuah vektor (array 1 dimensi) yang memiliki panjang sepanjang banyak kata yang kita miliki di kamus. Array tersebut hanya akan bernilai 1 atau 0 (disebut one hot encoding). Nilai 1 diposisikan pada indeks yang merupakan nomor kata tersebut sedangkan elemen lainnya bernilai 0. Contohnya untuk kata “makan”, dengan banyak kosakata yang kita miliki adalah 100 kata, maka dari kata tersebut kita akan memperoleh sebuah vektor dengan panjang 100 yang berisi 0 semua kecuali pada posisi ke 3 yang bernilai 1.
Ilustrasi mengubah string menjadi one-hot encoding
Continue reading