Apa itu Tuning Parameter
Ketika kita membuat model machine learning, kita tidak akan terlepas dengan yang namanya parameter tuning, yakni proses menentukan nilai parameter-parameter model ktia. Hampir semua model machine learning punya beberapa parameter (atau variabel) yang harus kita definisikan terlebih dahulu nilainya sebelum proses training. Nilai yang kita berikan pada parameter-parameter tersebut nantinya akan menentukan proses pelatihan model kita.
Sebagai contoh di neural network, kita harus menentukan parameter-parameter arsitektur kita, yang bisa meliputi: banyak hidden layer, banyak neuron di setiap layer, jenis fungsi aktivasi dan lain-lain. Penentuan angka-angka tersebut akan menentukan kualitas model kita. Misalkan, untuk tiga parameter yang disebutkan tadi kita menggunakan neural network dengan 2 layer, masing-masingnya 100 neuron, dan menggunakan fungsi aktivasi sigmoid. Itu berarti kita telah memilih nilai untuk tiga parameter yang disebutkan di atas dari banyak kemungkinan nilai. kenapa kok tidak 1 layer? atau 3 layer? kenapa tidak 50 neuron? atau 10 neuron? kenapa tidak pakai fungsi aktivasi lain? dan sebagainya.
Tentu pemilihan parameter harusnya memiliki suatu “dasar”. Biasanya parameter-parameter tersebut dipilih setelah melalui beberapa eksperimen dan merupakan parameter yang menghasilkan model terbaik untuk kasus yang digunakan.
Parameter Tuning model Neural Network
Pada contoh ini kita akan coba membuat model neural network sekaligus melakukan parameter tuning untuk kasus binary classification menggunakan data Sonar. Data tersebut berisikan ~200 pola sinyal sonar yang mendeteksi antara batu (kode “R”) atau besi (kode “M”). Dataset yang telah di-split dapat didownload di sini, contoh code dapat dilihat di Google Colab di sini
Langkah pertama, kita perlu load package dan dataset lalu ubah kode kelas “R”/”M” menjadi 1 dan 0.
Continue reading








