Deep Learning dalam 6 Baris dengan Fastai dan Pytorch

Sebelumnya maaf semisal judulnya agak “heboh” dan terkesan click-bait 😀 tapi di artikel ini beneran saya ingin menunjukkan bahwa deep learning, khususnya image classification dengan CNN sebenarnya dapat dengan mudah dilakukan hanya dengan 6 baris kode berikut menggunakan library Fastai dan Pytorch:

dibuat menggunakan https://carbon.now.sh, versi raw ada di bawah

Artikel ini berfokus pada pengenalan singkat tentang fastai dan juga penjelasan tentang kode di atas. Tutorial lebih detail dan mendalam tentang fastai insyaAllah akan kami coba buat di artikel lain.

Berawal dari Pytorch vs Tensorflow

Sebelum kita masuk lebih dalam tentang Fastai, kita akan me-refresh singkat tentang library atau framework di deep learning. Bagi yang belum tahu, ada dua library besar yang saat ini cukup sering digunakan, yakni Pytorch dan Tensorflow. Pytorch dibuat oleh Facebook sedangkan Tensorflow oleh Google. Keduanya memiliki beragam fitur yang mendukung deep learning, salah satunya Autograd yang pernah saya bahas di artikel ini. Nah, sering kali bagi yang baru belajar deep learning akan bertanya:

Pilih pakai Pytorch atau Tensorflow?

Jawaban salah

Tensorflow itu lebih mudah dipelajari dan digunakan daripada Pytorch. Itu jawaban yang sering saya dengar. Kenapa salah? karena saya yakin kebanyakan orang yang jawab itu dia bukan sedang membandingkan Tensorflow yang murni, melainkan library tambahan yang berada di atas Tensorflow, yakni Keras. Tensorflow yang murni bisa dibilang lumayan ribet juga loh untuk dipelajari dan digunakan (apalagi pas masih versi 1.x di tahun 2019)

Jadi sekilas sejarah, dulu library deep learning itu memang susah-susah pemakaiannya (low-level). Library generasi awal, Theano, bahkan ngodingnya harus “jungkir balik” alur mikirnya. Karenanya, dibutuhkan library lagi di atasnya yang high-level (mudah dipahami dan digunakan) namun tetap terintegrasi dengan library yang low-level, lahirlah salah satunya Keras. Sekarang Keras sudah sangat terintegerasi dengan Tensorflow bahkan tidak perlu di-install terpisah. Tutorial Tensorflow-Keras pernah saya tuliskan di sini.

Jawaban benar
dari salah satu developer utama Pytorch

Saat ini bisa dibilang Pytorch dan Tensorflow (khususnya versi 2) sangat mirip. Keduanya sama-sama smoothly bisa digunakan untuk hampir kebanyakan kebutuhan riset dan sehari-hari. Jadi apapun librarynya silakan pilih saja, dan yang terpenting, kuasai dulu sebelum coba library lain.

Kembali ke Jawaban yang salah di atas, ketika kita membandingkan Keras dengan Pytorch maka bisa dibilang kurang apple-to-apple. Karena Keras pada dasarnya adalah high-level library sedangkan Pytorch adalah low-level library, jadi jelas Keras terlihat lebih mudah pemakaiannya. Nah, di artikel ini saya akan jelaskan salah satu high-level library paling populer untuk Pytorch, yakni Fastai.

Continue reading

Transfer Learning: Solusi Deep Learning dengan Data Sedikit

Salah satu permasalahan yang sering dialami ketika menggunakan deep learning adalah jumlah data yang sedikit. Di luar sana, sebenernya ada banyak solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah ini. Nah, di sini kita akan bahas salah satunya, yakni Transfer Learning. Artikel ini akan berfokus pada teori di baliknya, sedangkan untuk implementasi akan ada di artikel selanjutnya.

Model Deep Learning

Sebelum masuk lebih dalam ke transfer learning, saya ingin mengingatkan sedikit tentang bagaimana konsep deep learning (secara umum machine learning) bekerja.

Suatu agen cerdas yang menggunakan deep learning bekerja menggunakan data. Kita berikan data yang banyak untuk dipelajari, kita lakukan proses training/belajar, lalu kita akan mendapat model/agen yang cerdas.

Lalu muncul pertanyaan..

Proses pencarian data itu rumit, proses training itu makan waktu, kenapa kita tidak download saja model cerdas yang ada di internet lalu kita gunakan untuk masalah kita? tidak perlu train, dan tidak perlu ada data, beres kan?

Transfer Learning

Ide utama dari transfer learning ini kira-kira seperti ini,

Kita gunakan model yang sudah dicerdaskan orang lain untuk permasalahan kita, yang bahkan bisa jadi berbeda

Sebagai contoh, kita mau membuat sistem untuk menghitung kendaraan beserta jenisnya menggunakan kamera CCTV. Jika jenis kendaraannya yang ingin dideteksi cukup umum, semisal “mobil” atau “truk”, kita bisa jadi cukup browsing-browsing, dan kita akan menemukan orang yang sudah membuat model deep learningnya. Kita tinggal download, pakai, dan selesai! Kita telah memiliki model cerdas deep learning yang mampu mendeteksi mobil atau truk. Tanpa perlu mencari data, tanpa perlu melatih model.

Tapi seringnya permasalahan yang kita miliki sedikit berbeda. Sedikit saja perbedaan, maka kita sudah tidak bisa lagi pakai model orang lain ini. Contohnya, kita tidak hanya ingin mendeteksi “mobil” dan “truk” tapi juga “becak”. Permasalahannya, “becak” itu bukan kendaraan yang di mana-mana ada. Sangat mungkin model yang kita download tadi belum bisa mendeteksi becak.

Di sinilah, kita butuh transfer learning. Kembali ke ide utama di atas, dengan transfer learning, kita bisa memanfaatkan model orang lain yang sudah dilatih, untuk permasalahan kita yang berbeda.

Jadi ada 3 poin yang kita bahas di sini:

  • Model yang sudah dicerdaskan
  • Cara menggunakan model tersebut
  • Permasalahan yang (bisa jadi) berbeda

Oh ya, sebelum masuk lebih dalam, konsep Transfer Learning ini berlaku tidak hanya untuk arsitektur CNN saja. Tapi pada tutorial ini saya akan banyak mencontohkan menggunakan CNN karena lebih mudah dibayangkan.

Continue reading

Convolutional Neural Network (CNN) menggunakan PyTorch

Artikel ini akan langsung berfokus pada implementasi Convolutional Neural Network (CNN) menggunakan PyTorch. Bagi yang ingin memperdalam teori dibalik CNN terlebih dahulu bisa baca pada link artikel sebelumnya yang berisi kumpulan sumber belajar CNN dan jika ingin memperdalam PyTorch, juga bisa baca artikel sebelumnya tentang PyTorch. Jika teman-teman ada yang ingin mengimplementasi menggunakan Tensorflow, silakan baca artikel ini.

Dataset

Kita akan menggunakan Convolutional Neural Network untuk mengklasifikasi citra barang-barang yang ada di sebuah toko (Freiburg Groceries Dataset). Dataset dan code bisa didownload di repository berikut.

Dataset yang digunakan jumlahnya akan lebih sedikit dari dataset asli agar mempercepat proses pelatihan. Dataset pada repo yang kita gunakan hanya terdiri dari 5 kelas, yakni citra produk Susu (MILK), Air mineral (WATER), soda (SODA), jus (JUICE), dan cuka (VINEGAR), dengan sekitar 900-an gambar untuk pelatihan dan 120 gambar untuk pengujian. Semua citra berukuran sama, yakni 256×256 pixel.

Convolutional Neural Network Data
salah satu citra dengan kelas “MILK”

Kita akan menggunakan dataset yang ada pada folder “train” untuk pelatihan dan yang ada pada folder “test” untuk pengujian. Pada tutorial ini kita masih belum menggunakan teknik validasi seperti menggunakan data validasi atau cross-validation.

Pengolahan Dataset di PyTorch

Untuk pengolahan citra ada dua package dari python yang bisa kita gunakan, yakni `torchvision.datasets` dan `torchvision.transforms`

from torchvision import transforms, datasets
Continue reading