Setelah lebih dari dua tahun tulisan pertama tentang Google Colab, pada artikel ini kami mau sharing pengalaman mencari alternatif google colab beberapa pekan terakhir. Apakah ada yang sebanding?
Setelah browsing artikel sejenis dan juga lihat-lihat akun twitter aktivis machine learning, akhirnya menemukan ada dua platform yang menarik untuk dicoba, Gradient dan Jarvis Labs. Perlu dicatat, kedua platform itu berbayar. Alhamdulillah karena dibantu dana penelitian, proses eksplorasi ini tidak jadi pikiran tambahan tagihan hehe.
Artikel ini akan berfokus pada alternatif berbayar Gradient dan Jarvis Labs, insyaAllah akan ada artikel lain yang akan bercerita alternatif yang juga bisa dibandingkan dalam hal sama-sama gratis.
Kenapa Tidak Google Colab?
Sebenernya, secara fitur, Google Colab sudah memiliki banyak keunggulan: terintegrasi dengan github dan drive, mudah dipakai, dan termasuk yang tadi saya sebut di awal, gratis. Fitur-fitur itu sudah sangat cukup untuk hampir kebanyakan pengguna. Tapi, beberapa pengguna yang cukup intens akan merasakan beberapa kekurangan yang membuat mereka harus mencari alternatif google colab.
Beberapa kekurangan yang mungkin dirasakan:
1. Google Colab tidak bisa menjamin jenis hardware yang kita peroleh. Bahkan ketika kita menggunakan Google Colab Pro+ yang berbayar (sementara ini belum tersedia di Indonesia), kita tidak bisa tahu tepatnya GPU apa yang akan kita peroleh atau berapa kapasitas Memory yang bisa kita gunakan maksimal.

2. Google Colab “tidak menyediakan” persistent storage, atau tempat penyimpanan permanen . Sebenarnya Colab sudah memberi fitur untuk menghubungkan google drive dengan colab, tetapi bagi pengguna yang intens codingnya dan membangun sistem yang terdiri dari banyak source code file dan data, penghubungan ini terasa tidak alami dan bisa jadi mengganggu kinerja. Apalagi kalau sampai lupa/gagal menyimpan model karena masalah ini.
3. Terbatas hanya format notebook. Meskipun ada beberapa trik yang bisa digunakan, google colab secara alami hanya menyediakan format notebook (.ipynb). Bagi yang biasa coding dengan bentuk script file (.py), atau perlu menggunakan terminal, sementara ini belum bisa dilakukan.
4. Waktu runtime yang terbatas. Jika colab kita tidak aktif dalam beberapa menit koneksi bisa diputus. Dan untuk running program dibatasi maksimal 12 jam, setelah itu akan ada jeda (kayak sesi cooling down) beberapa waktu untk kita bisa gunakan Google Colab lagi.
Alternatif Google Colab Berbayar
1. Gradient by Paperspace

Pertama kali dengar Gradient ketika mengikuti course dari Fast.ai. Saat itu mereka merekomendasikan Gradient yang menyediakan GPU dan fitur-fitur yang lebih baik dibanding Colabsecara gratis. Tapi sayangnya, di versi yang sekarang kita perlu membayar (menjadi member) untuk menggunakan Gradient. Gradient menyediakan beragam jenis pilihan CPU/GPU yang bisa digunakan, dari yang standard seperti RTX4000 sampai yang sangat bagus seperti A100.
Continue reading







Recent Comments